7 Catatan Kecil untuk Membantu Ketakutan akan Ketidakpastian

  • 2 min read
  • Jun 05, 2020

Apakah kita menyadarinya atau tidak, kita selalu menghadapi ketidakpastian dan kurangnya kontrol. Namun beberapa bulan terakhir ini, menambahkan tingkat baru yaitu rasa takut dan kebingungan ketika datangnya ketidakpastian.

Berikut beberapa hal yang saya lakukan untuk terus mengingatkan diri sendiri untuk membantu rasa takut akan ketidakpastian.

1. It will take as long as it takes.

Alam semesta pasti ingin saya memahami pesan ini pada tingkat yang sangat dalam. Mulai sekarang, saya akan melakukan yang terbaik untuk tidak mengajukan pertanyaan berikut:

  • Kenapa ini begitu lama?
  • Itu akan makan waktu berapa lama?
  • Apakah ini akan memakan waktu selama itu?
  • Apakah kita sudah sampai?

Saya menyerah pada hal-hal yang memakan waktu selama itu.

2. The stuff that surrounds you affects what’s inside you.

Jika ketakutan akan ketidakpastian menyebabkan stres ekstra, kurangilah setres lain yang ada dalam kendali.

3. It’s up to you to yank your hand back put it on your heart and say, ” No, This is what’s important,”

Bahkan melalui ketakutan akan ketidakpastian, the world is still yelling. Pay attention to me! Buy Me! Watch this! Read thid! Scroll all the way to the end! Get on this Zoom call! Do this! Feel this way! No this way!

And it will keep yelling. Pasti akan terus mengingat apa yang penting bagi kita untuk dikerjakan. Meskipun sekarang berbeda dengan sebelumnya, seharusnya kita harus memiliki batasan. Kita sendiri harus memutuskan kemana perhatian kita akan pergi dan kapan. Dan besuk ketika segalanya berbeda lagi, kita dapat memutuskan lagi.

4. It only temporary, All of it

Hal-hal yang sulit akan berlalu dan begitu pula hal-hal yang baik. Semoga pemikiran itu dapat meredakan kecemasan dan mendorong kita untuk benar-benar menghargai sesuatu yang sederhana

5. Don’t wait for things to be good tobe grateful,

gratitude makes the hard stuff bearable and the good stuff even sweeter. Saya mengingatakan diri saya sendiri tentang hal ini berulang kali, terutama pada hari-hari yang sangat menantang. Bahkan di hari yang paling buruk, pasti ada sesuatu yang baik untuk dikenali dan dihargai.

6. When you’re feelings, your body isn’t saying “Hey, Let’s go shopping’, It’s saying, ‘Please take care of me.’

Sebagai pengingat bahwa kita tidak bisa berbelanja, makan, minum atau busy our way out feeling what we feel. Kita tidak dapat escape ourselves dan semakin cepat kita menyadari bahwa kita tidak perlu memperbaiki feelings kita, semakin cepat kita dapat melihat bahwa sebagian besar, mereka datang dan pergi. Beberapa membutuhkan perhatian kita. Beberapa tidak. Dan orang-orang yang benar-benar membutuhkan perhatian kita tidak perlu kita mati rasa atau shove them down, mereka hanya meminta kita untuk berhati-hati.

It’s so tempting to quiet the feelings with outside forces right now but instead, come back to yourself. Ingatlah bahwa Anda adalah kekuatan yang dapat menghibur dan menyembuhkan.

7. What we are quickly learning is that so much of what we thought mattered does not,

Ketika kita kehilangan pijakan, kita akan mencari makna untuk membumi lagi. Saat itulah kita dapat lebih mudah mengidentifikasi apa yang penting dan tidak.

There will always be uncertainty, dan mungkin selalu ada beberapa tingkat ketakutan akan ketidakpatsian dan kita bisa meredakan rasa takut itu dengan merawat diri dengan baik, napas dalam-dalam dan bersikap lembut terhadap diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *